Ayah?
9:00 AMMereka bilang Ayah adalah pangerannya.
Ayah adalah cinta pertama para putri.
Mereka bilang Ayah adalah superheronya.
Ayah adalah lelaki terhebat yang ia miliki.
Ayah yang lembut, Ayah yang perhatian dan ayah yang bisa dipeluk manja.
Sosok dengan punggung lebar dan tangan kekar yang memberikan kehangatan.
Orang yang tidak pernah mengecewakan putrinya.
Lelaki yang akan memarahi lelaki lain jika menyakiti putrinya.
Tapi bahkan aku tak pernah merasakan itu semua.
Ayah hanyalah sosok pria dengan penuh ketegasan.
Tak ada kehangatan dalam peluknya.
Tak ada kata-kata pujian keluar dari mulutnya saat nilaiku A.
Hanya sikap tegas yang diajarkan pada putrinya, aku.
Bahkan, sejak kecil aku dilatih menjadi orang yang kuat.
Juga bisa mengerjakan pekerjaan pria.
Menangispun tak boleh.
Pakai gincupun di kritik.
Ayah, anak lelakimu sudah banyak.
Kau tidak ingin seperti Ayah lain yang berjalan mesra bersama anak perempuannya?
Ayah, putrimu ini ingin seperti mereka.
Yang bisa bermanja ria denganmu, Yah.
Melakukan kesalahan sedikit saja, tanganmu tak segan melayang di pipiku.
Setelahnya, aku menangis bersama ibu.
Ibu pun marah dan berkata jangan berbuat itu pada putrimu.
Namun kau tak pernah mengabaikan, Yah..
Tanya dan tanya, apa yang membuatmu seperti ini?
Meminta barang pun tak pernah, uang apalagi.
Mengucap sepatah kata terlebih membuatku ragu.
Takut kata-kata pedasmu menusuk hati ini, lagi dan lagi.
Ya, kurasa di tahun ke-19 aku hidup di dunia ini, sudah saatnya berpisah denganmu.
Berpisah dengan Ayah yang mereka bilang ‘pangeranku’.
Aku akan berjuang untuk hidup sendiri, tanpa melihatmu lagi.
Bukan, bukan aku takut padamu. Tapi aku muak denganmu.
Cukup do’akan anakmu ini agar bisa terus menganggapmu seorang “Ayah”. Dan lagi, jagalah Ibuku.
Putrimu, dda.
0 comments